Berawal dari motor, Sering Kongkow Berujung ‘Ngahaneutan’|

  • Whatsapp

[ad_1]

Selasa, 28 Juli 2015 – 12:29

IMG_6472

(Purwakarta) – Bupati purwakarta Dedi Mulyadi menengarai
penggunaan sepeda motor oleh pelajar bisa berakibat salah
pergaulan dan cenderung negatif. Dedi banyak menemukan kejadian
ini, selain dari tingkat kecelakaan Pemotor pelajar yang menang
mengkhawatirkan.

Menurutnya efek yang paling berbahaya dari penggunaan sepeda
motor anak belum cukup ini akan maraknya kegiatan kumpul
Pemotor yang berakhir pada minum-minuman keras.

“Awalnya mereka pergi ke sekolah, terus di sekolah janjian sama
temen2nya. Kongkow, nongkrong dan sering berakhir pada merokok
dan ‘ngahaneutan’ (menghangatkan tubuh) pakai miras,”,
terangnya.

Sudah bisa ditebak kalau sudah berbuat seperti ini menurut Dedi
akan lebih patal kedepannya. Termasuk enggan berangkat sekolah.

Hal ini seperti yang dialami Deni Malik (15), siswa lulusan SMP
swasta di purwakarta yang kedapatan kena razia Pemotor di bawah
umur oleh bupati Dedi.

Deni, anak seorang Office Boy, Adang Abdurahman (38) lebih
memilih menghabiskan waktunya untuk nongkrong menggunakan
sepeda motor yang dibelikan Adang.

Adang sendiri mengaku sudah enggan menasihati anaknya,
sementara ibu Deni, Siti Aisyah pastinya jarang memperhatikan
dirinya karena bekerja di negeri orang sebagai Tenaga Kerja
Wanita (TKW).

Di hadapan Bupati Dedi, Deni memang mengakui sering kumpul
dengan teman Pemotor lainnya, termasuk diajak merokok shesha
dan minum bir.

“Iya pa, sering kumpul. Sering diajak sih, tapi paling merokok.
Kalau minum bir jarang” lirih Deni.

Bupati dedi, akhirnya memasukan Deni ke SMKN 3 Purwakarta (SMK
Linggabuana) untuk kembali bersekolah.

Nampaknya pengalaman Deni ini harus menjadi perhatian dan
pelajaran berharga bagi siapapun, baik orang tua, pelajar,
pihak sekolah dan siapapun yang peduli terhadap pendidikan di
Indonesia.

Humas Setda Purwakarta

Hits: 87

[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *