Dibalik Kisah Pilu Razia Pemotor Pelajar Oleh BupatiPurwakarta |

  • Whatsapp

[ad_1]

Selasa, 28 Juli 2015 – 07:58

IMG_6462

(Purwakarta) – Razia Pemotor Pelajar yang dilakukan bupati
Purwakarta, Jawa barat, Dedi Mulyadi di hari pertama masuk
sekolah, menyisakan kisah pilu yang patut menjadi contoh oleh
siapapun. Dedi, Senin pagi, (27/07) ‘menangkap basah’ pelajar
Salah satu SMA swasta di purwakarta yang kedapatan menggunakan
sepeda motor pada saat jam pulang sekolah.

“Sebenarnya masih masuk jam sekolah, tapi anaknya malah
nongkrong di taman kota situ buleud. Bilangnya baru pulang
sekolah. Saya tahan motornya, biar orangtuanya yang ngambil”
jelas Dedi.

Yang menjadi prihatin Dedi, saat orangtua pelajar ini menghadap
dan mengambil motor kepadanya. Belakangan sang ayah yang
bernama Ita Sobita (40) didampingi istrinya, mengaku sudah
habis akal menasihati anak semata wayangnya, Romadhan Malik
(17) yang kini menginjak kelas 12 itu.

Ita sendiri sebenarnya hanya bekerja serabutan sebagai buruh
angkut pasir. Penghasilannya yang pas-pasan harus jatuh bangun
membaginya antara resiko makan sehari-hari dengan kreditan
motor yang dipakai anaknya itu.

“Sebulan saya harus bayar kredit motor sebesar 750 ribu lebih.
Harus putar otak Pa, biar motor kebayar, resiko dapur juga kan
harus tetap ada. Bulan ini aja itu motor belum ke setoran pa,
belum lagi pajak tahunannya ke samsat.”, seloroh Ita kepada
bupati Dedi.

Ita pun mengaku sebenarnya terpaksa membelikan anaknya sepeda
motor. Karena keinginan anaknya yang kuat sehingga ia takut
anaknya berbuat macam-macam.

“Ya anak satu-satunya pa. Saya takut dia berbuat macam-macam,
jadi terpaksa.”, tutup Ita.

Sementara bupati Dedi terus menasihati Ita agar bisa mendidik
anaknya. Dedi memberikan ultimatum jika anak yang bersangkutan
terlihat lagi membawa motor, dirinya tak segan akan mengambil
tindakan tegas.

“Kan sudah jelas, anaknya bawa motor, dipakai nongkrong lagi.
Sementara bapaknya harus banting tulang. Mau jadi apa coba.
Saya ingin membangun karakter anak. Dia harusnya prihatin lihat
orang tuanya. Punten pa, abdi ngalakukeun kieu teh bakat ku
nya’ah ka putra bapa (maaf Pak, saya melakukan ini saking
sayang sama anak bapa.”, pungkas Dedi.

Akhirnya Dedi pun menyerahkan kunci dan motor milik Ita ini,
sembari memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan untuk
mengganti Ita yang hari itu terpaksa tidak bekerja karena geus
mengurusi pengambilan motornya.

Humas Setda Purwakarta

Hits: 108

[ad_2]

Source link

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *