Tak Hanya Penjabat, Siswa di Purwakarta Wajib Serahkan‘LHKPN’ |

  • Whatsapp

Purwakarta) – Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) umumnya hanya diwajibkan kepada Pejabat Negara, mulai Pejabat setingkat Eselon 3 hingga kepala daerah dan Presiden. Namun di Purwakarta, Siswa SD pun ternyata harus menyerahkan LHKPN dengan versinya sendiri.
Dinas Pendidikan setempat sejak awal tahun pelajaran ini, senin (27/07) sudah menyebarkan blanko isian ‘LHKPN’ bagi seluruh siswa di purwakarta. Blanko itu sendiri berjudul Laporan Harta Kekayaan Peserta Didik atau LHKPD.

Pantauan di Sekolah Dasar Negeri 2 Jatimekar Kecamatan Jatiluhur, para siswa ramai-ramai mengumpulkan Laporannya kepada pihak sekolah.
Dewi Sartika, (47) salah satu guru kelas di SD itu mengaku pihaknya sudah rampung mengumpulkan seluruh laporan harta kekayaan murid di kelasnya. Menurutnya, ini wajib diisi oleh para siswa yang memiliki harta kekayaannya pribadi.

“bukan harta milik orangtuanya loh, tapi pribadinya. Jadi kalau ga punya ya jangan diisi.”, tuturnya.

Menurut Dewi, ini salahsatu kebijakan bupati Purwakarta yang ingin mengetahui betul kondisi kekayaan siswa di purwakarta. Didalamnya bukan memuat kekayaan tambahan semacam kendaraan.

“beda, bukan seperti pejabat, punya mobil, villa atau rumah. Ini tentang isian kekayaan yang berhubungan dengan aktivitas produktif siswa. Semacam harta kekayaan peternakan, bisa ayam, kambing atau sejenisnya. Termasuk perkebunan, pohon, tanaman ataupun sayuran”, tambah Dewi.

Sementara itu Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi membenarkan jika pihaknya sudah menginstruksikan dinas terkait membuat Laporan Harta Kekayaan pada setiap siswa di purwakarta.

Menurut Dedi, laporan harta kekayaan siswa ini tindak lanjut dari kebijakannya yang mengharuskan siswa memiliki hewan ternak dan tanaman sebagai bagian aktivitas pendidikan siswa di luar sekolah.

“jadi nanti si anak kasih laporan, hewan ternaknya berapa, punya tanaman apa aja. Ini penting agar anak ketika berada di luar jam sekolah dia disibukkan mengurus ternak. Ini kan baik lebih produktif. untuk mengikis kebiasaan anak pegang gadjet, game, apalagi sepeda motor.” Jelas Dedi.

Humas Setda Purwakarta

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *