Enam Desa di Purwakarta, Siap Jadi Percontohan Desa Budaya

  • Whatsapp

(Purwakarta),- Konsep desa budaya yang dicetuskan oleh Bupati purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., siap diterapkan, dimana Pemkab Purwakarta telah menunjuk 6 Desa di purwakarta sebagai desa percontohan yang dimana kedepannya bisa diterapkan di semua desa di purwakarta. Kamis (3/9).

Keenam desa percontohan itu adalah linggamukti, sukamulya, mekarjaya, cilandak, cilingga dan cibeber. Keenam desa tersebut siap dalam menerapkan desa budaya di Purwakarta. Kriteria desa budaya sendiri adalah desa yang masih mengusung keaslian budaya desa serta tradisi masyarakatnya atau bisa juga masih mengedepankan hukum adat.

Menurut Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., disela – sela kegiatan pengarahan desa budaya mengungkapkan, bahwa malam ini (Kamis 3/9/2015) rumusannya akan disiapkan, termasuk petunjuk teknis aturan yang ada dalam majelis adat desa.

“Tentang desa budaya mulai malam ini, rumusannya aturan akan berjalan dimana kesiapan masyarakat dan aparatnya yang harus disiapkan, dan cilandak dengan lima desa lainnya sudah siap dan yang buat desa saya hanya memberikan petunjuk teknis pembuatan peraturan desa yang dibuat majelis desa didalamya ada kepala desa dan basmusdes.”, tuturnya.

Pembentukan desa budaya sendiri, menurut Dedi adalah untuk membentuk tata kelola desa yang paripurna, karena meliputi tata kelola pemerintahan desa, hubungan social masyarakat hingga lingkungan seperti penebangan pohon dan sumber mata air.

“yang diatur adalah tata kelola pemerintahan desa, tata cara hubungan antar masyarakat, tata kola lingkungan, tata kelola hubungan masyarakat dengan lingkungan jadi bukan hanya mengatur yang ngapel bahkan sampai persoalan tata tebang pohon, pengaturan sumber air, serta keamanan yang dibuat dan diatur dalam majelistersebut dan aturan ini yang biasa dilakukan dinegara maju dan di sini yang jadi peraturannya adalah adat desa termasuk hukuman dan dendanya.”, jelasnya.

Aturannya seperti ini anak dibawah 16 tahun saya harap orang tua untuk melarang pacaran bahkan ngapel, apabila diluar itu sudah urusan orang tua, sehingga ketika ada yang akan berkunjungtamu wajib menyimpan tanda pengenal dan itu kan diterapkan diperumahan elit, dinegara maju bahkan perusahaan – perusahaan selain itu akan bisa mencontrol juga keamanan karena disetiap pos itu sendiri dan perbatasan, baik RT/RW akan dipasang CCTV.

Sudah ada Enam desa sudah memiliki kesiapan aparatnya, sehingga desa budaya ini termasuk peraturannya akan segera diterapkan dimana  secara tradisi adat masyarakatnya di enam desa tersebut masih kuat.

“ada enam desa yang siap dan saya juga melihat aspek tradisinya pun masih kuat juga dan salah satunya adalah untuk menghindari aspek – aspek yang bersifat hubungan antara laki – laki dan perempuan yang dibawah 17 tahun dan ini menjadi focus dan perhatian dan hukum yang akan dibuat berdasarkan hukum adat desa termasuk masyarakat, sedangkan untuk nikah paksa hanya untuk yang dewasa dimana aka nada beberapa bentuk teguran hingga tiga kali, sedangkan untuk dibawah umur saya harapkan orang tua untuk melarang anaknya pacaran.

Sedangkan menurut Dadang Zakaria, Kepala Desa Cilandak mengungkapkan kesiapannya, karena menurutnya aturan ini sudah diterapkan sejak 18 bulan yang lalu, dan masyarakat pun siap adanya kebijakan ini.

“baik masyarakat maupun aparat desa cilandak sudah siap, karena disini sudah diterapkan sejak 1,5 tahun yang lalu, terlebih dikita banyaknya kontrakan, kita tidak ingin desa cilndak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, karena adanya kebijakan ini bisa meminimalisir tindak kejahatan.”, ungkapnya.

 (Humas Setda Purwakarta).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *