Tidak Ada Penambahan Warga Terpapar, Masyarakat Tetap Waspada

  • Whatsapp

PURWAKARTA – Hingga, Kamis, 23 Juli 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purwakarta mencatat tak pergerakan angka pada jumlah warga yang terpapar. Baik OTG, ODP, PDP dan yang terkonfirmasi positif, jumlahnya tetap sama seperti hari sebelumnya.

Gugus tugas juga meminta agar masyarakat tetap waspada dan tetap menjalankan anjuran pemerintah berkaitan dengan protokol kesehatan dalam adaptasi kebiasaan baru dimasa pandemi ini.

“Jumah warga yang terkonfirmasi positif covid-19 masih berjumlah lima orang ” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Purwakarta, dr.Deni Darmawan, Kamis (23/7/2020).

Sementara, untuk warga yang berstatus sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya masih tetap lima orang.

“Sementara warga yang berstatus sebagai PDP hanya tiga orang. Dan untuk OTG jumlahnya 63 orang,” ujar dr.Deni.

dr.Deni juga mengatakan secara kumulatif jumlah warga yang terkonfirmasi positif di wilayah Kabupaten Purwakarta ada sebanyak 46 orang.

“Secara keseluruhan, telah dinyatakan sembuh sebanyak 40 orang. Sebelumnya, kami catat juga ada satu orang yang positif telah meninggal dunia, dan hari ini, masih terdapat lima orang yang berstatus terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk tetap melakukan anjuran pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan dalam setiap altivitas. Pasalnya, diperlukan peran semua pihak untuk secara bersama-sama melakukan upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas harus terus dilakukan. Jangan lupa memakai masker dan tetap menjaga jarak,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan, meski saat ini sudah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal, namun masyarakat harus tetap waspada karena virus ini mungkin masih berada dekat disekitar kita.

“Tetap mengikuti protokol kesehatan, dan selalu memakai masker ketika beraktifitas diluar rumah. Dengan begitu, setidaknya kita akan melindungi diri sendiri dari paparan covid-19,” demikian dr.Deni Darmawan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *